20 Nov 2019
Home
×
Login Area
Tentang (LKK)
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Berita
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

 

Industri logam dasar, besi & baja kelimpungan - 28 May 2012

Menteri Perindustrian, M.S. Hidayat mengatakan pertumbuhan industri logam dasar besi dan baja pada triwulan pertama 2012 turun menjadi 5,57 persen, anjlok tajam dibanding pertumbuhan pada 2011 sebesar 13,06 persen. Penyebabnya adalah berkurangnya bahan baku industri besi baja dalam negeri, antara lain skrap baja.

Menurut Hidayat, salah satu penyebab langkanya bahan baku tersebut adalah ditahannya 7000 kontainer berisi baja skrap oleh Bea Cukai.

"Pada awal 2012, 7.000 kontainer berisi skrap baja ditahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Mas dan Belawan oleh Bea dan Cukai, kata Hidayat dalam acara rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI hari ini (28/5) di gedung DPR, Jakarta.

"Berdasarkan nota intelijen Bea Cukai, kontainer-kontainer tersebut diindikasikan terkontaminasi limbah B3. Namun menurut Direktorat Industri Material Dasar Logam, indikasi limbah B3 tersebut tidak benar, karena skrap besi dan baja bukan merupakan limbah B3 namun adanya ikutan yang terbawa dari lokasi pembelian skrap di negara asal muat barang," tambah dia.
 
Menurut Hidayat, masalah importasi besi baja yang berlarut-larut ini serta tiadanya kejelasan penanganan agar kejadian yang sama tidak terulang, diperlukan kesamaan pandangan antara instansi terkait.  

Menurut dia, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Ditjen Bea Cukai harus duduk bersama membicarakan ini dengan mengajak Asosiasi Industri Besi Baja. (jaringnews.com)