25 Mei 2019
Home
×
Login Area
Tentang (LKK)
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Berita
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

 

IPC Perpanjang Kerjasama Program Sisterport Tanjung Priok dan Ningbo - 02 Mei 2019

Customsjakarta.com, Jakarta - Upaya pembukaan rute pelayan langsung teranyar tengah dijajaki pleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC dengan memperpanjang kerja sama program sisterport antara Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Ningbo, yang merupakan kota pelabuhan terbesar di pesisir timur China.  

Kerja sama lanjutan ini melingkupi rencana pembukaan layanan pelayaran langsung (direct call services) antara Pelabuhan Ningbo dan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. 

"IPC terus melakukan eksplorasi potensi bisnis korporasi. Kajian pembukaan layanan pelayaran langsung yang juga melibatkan kalangan industri pelayaran ini merupakan wujud dari ekspansi global IPC," kata Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya, dalam keterangan tertulisnya dari Beijing, Cina, Minggu (28/4).

Elvyn berada sendiri berada di Cina untuk mengikuti Indonesia-China Business Forum for Regional Comprehensive. Di ajang tersebut, delegasi Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Panjaitan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Elvyn menjelaskan, penandatangan MoU kali ini merupakan tindak lanjut MoU antara IPC dan Ningbo Zhoushan Port, yang ditandatangani pada Mei 2017. Saat itu

IPC dan Ningbo telah merintis program sisterport, termasuk mengkaji peluang kerja sama, permodalan, teknik, serta studi banding beberapa karyawan.

"Kami melihat peluang layanan direct service antara Ningbo dan Jakarta, di mana ada potensi throughput peti kemas sekitar 750 ribu TEUs. Ini bisa terus meningkat," katanya.