25 Mei 2019
Home
×
Login Area
Tentang (LKK)
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Berita
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

 

Belanda dan Pelindo IV Jajaki Kerjasama Garap Pembangunan MNP Tahap III - 02 Mei 2019

Customsjakarta.com, Jakarta - Belanda menjajaki peluang kerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV melalui rencana investasi pada pembangunan Makassar New Port (MNP) Tahap III, yang akan menelan investasi Rp60 triliun dan mulai dirintis pembangunannya pada 2021 mendatang.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang, mengatakan Belanda sebelumnya sudah pernah menjajaki peluang kerjasama dengan Pelindo IV, yaitu membangun pelabuhan di Maluku.

"Bahkan saat itu (pihak Kedutaan Belanda) sudah membuat feasibility study-nya, tetapi belum ada kelanjutannya hingga sekarang," ujar Farid Padang di Jakarta.
Menurut dia, pihak Kedutaan Belanda sangat tertarik untuk melakukan investasi pada pembangunan Makassar New Port Tahap III atau tahap industri nanti. 

"Termasuk pengembangan baru Pelindo IV di wilayah Marangkayu, Kalimantan Timur," sambungnya.

Tetapi khusus di MNP Tahap III, menurut Farid, Belanda berencana membangun pabrik semen atau otomotif.

"Mereka tadi bilang sangat tertarik untuk manufacturing di MNP Tahap III nanti. Karena hilirisasi memang perlu dilakukan. Mereka ternyata juga menyadari bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memang sangat diperlukan," terangnya.

Farid menuturkan, sejauh ini Pelindo IV sudah memiliki KEK di Bitung Sulawesi Utara, di Palu Sulawesi Tengah, serta KEK di Sorong Papua, yang juga ternyata diminati oleh Belanda.

"Kalau KEK di Sorong, Belanda tertarik untuk melakukan pengembangan dari sisi wisatawannya. Sedangkan untuk KEK yang di Makassar, mereka tertarik untuk manufacturing, otomotif, dan lainnya. Semua peluang kerjasama masih terbuka lebar," tegas Farid.