23 Sep 2019
Home
×
Login Area
Tentang (LKK)
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Berita
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

 

KEIN Dorong Pemerintah Genjot Ekspor ke Benua Afrika - 28 Mei 2019

Customsjakarta.com, Jakarta - Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan, pemerintah perlu mendorong ekspor ke pasar nontradisional. Menurutnya, Indonesia masih memiliki negara tujuan ekspor yang potensial, seperti Tanzania, Kenya, Mesir, Afrika Selatan, dan Nigeria. 

"Pemerintah harus fokus membuka pasar ekspor baru. Negara Afrika bisa menjadi potensi ekspor Indonesia," kata dia di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (28/5).

Berdasarkan data Bank Dunia dan United Nation (UN) Comtrade, Tanzania memiliki potensi pasar yang besar berdasarkan populasi penduduknya, yaitu sebanyak 57,3 juta jiwa. Sementara, kontribusi ekspor Indonesia ke Tanzania saat ini baru 0,15%. Adapun komoditas utama ekspor Indonesia ke Tanzania meliputi minyak kelapa sawit dan turunannya sebesar 77,7%. 

Selain itu, Kenya memiliki potensi pasar sebesar 49,7 juta jiwa, namun kontribusi ekspor Indonesia masih 0,17%. Komoditas utama yang dapat diekspor ke sana meliputi minyak kelapa sawit dan turunannya sebesar 65,2%. 
Kemudian, potensi pasar Nigeria mencapai 190,9 juta jiwa. Namun, kontribusi ekspor Indonesia baru sebesar 0,23%. Komoditas utama ekspor ke Nigeria terdiri dari kertas ddan kertas karton sebesar 23,6%. 

Di luar negara tersebut, Arif juga menyebutkan ada potensi ekspor yang besar ke India dan Tiongkok untuk produk nonmigas. Bila pemerintah dapat bersinergi dalam mengembangkan pasar ekspor, Arif menilai pertumbuhan ekspor sebesar 7% per tahun dapat tercapai. Hal ini juga harus diiringi dengan diversifikasi produk ekspor Indonesia. 

Salah satu contohnya, diversifikasi produk seperti sereal, garam dan sulfur, kimia anorganik, minyak atsiri dan resinoid, wewangian, kosmetik atau toilet, serta alas kaki. Berdasarkan data UN Comtrade 2018, ekspor sereal baru berkontribusi sebesar 0,04% terhadap total ekspor, sementara pertumbuhan secara tahunannya mencapai 1.624% (year on year/yoy).