23 Sep 2019
Home
×
Login Area
Tentang (LKK)
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Berita
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

 

Ekspor Indonesia Diprediksi Terkontraksi di 2019 - 29 Mei 2019

Customsjakarta.com, Jakarta - Tampaknya awan kelabu masih akan membayangi kinerja ekspor Indonesia di tahun 2019. Pasalnya berdasarkan Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan I-2019 yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI), volume perdagangan dunia (World Trade Volume/WTV) diprediksi hanya akan tumbuh 3,1% di tahun 2019.

Adapun tahun 2020, volume perdagangan dunia diprediksi sedikit lebih baik dengan pertumbuhan WTV 3,3%.

Menurut BI penurunan WTV tahun ini akan kuat dipengaruhi oleh perang dagang Amerika Serikat (AS) China yang berkecamuk.

Seperti yang telah diketahui, pekan lalu AS melalui Kantor Perwakilan Dagang secara resmi memberlakukan bea impor sebesar 25% pada produk China senilai US$ 200 miliar. Sementara China membalas dengan menetapkan tambahan tarif 5%-25% pada produk AS senilai US$ 60 miliar mulai 1 Juni 2019 mendatang.

Seakan belum cukup, AS dikabarkan tengah berencana menetapkan bea impor 25% pada produk China lain (yang sebelumnya bukan objek perang dagang) senilai US$ 300 miliar.

Saat ini kajian dampak penetapan kebijakan tersebut terhadap konsumen sedang dilakukan. Bila tidak ada halangan, dalam 30-45 hari, tarif tersebut akan diresmikan.

Pun sebenarnya sejak tahun 2018, AS dan China sudah berseteru dengan cara yang serupa. Bedanya saat itu tarif yang berlaku baru sebesar 10%.
Tentu saja ini akan berdampak pada rantai pasokan global. Dari yang sudah lambat, akan semakin lambat. Sebab, dua negara yang bertarung itu merupakan dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Hampir seluruh negara memiliki hubungan dagang, baik langsung maupun tak langsung, dengan keduanya.