23 Sep 2019
Home
×
Login Area
Tentang (LKK)
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Berita
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

 

Data BPS Sebut Laju Impor Mei Turun 5,62% - 25 Jun 2019

Customsjakarta.com, Jakarta- Data impor yang di rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Mei 2019 mencapai USD14,53 miliar. Laju impor mengalami penurunan 5,62% bila dibandingkan dengan April 2019 yang sebesar USD15,4 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan dari laju impor ini didorong terjadinya penurunan impor pada migas maupun non migas. Di mana sektor migas turun sebesar 6,41%, yakni dari USD2,24 miliar pada April 2019 menjadi USD2,09 miliar pada Mei 2019. Lalu impor non migas menjadi sebesar USD12,44 miliar dari USD13,16 miliar dari April 2019.

"Jadi baik impor migas maupun non migas mengalami penurunan, sehingga impor pada Mei 2019 menjadi USD1453 miliar," ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Senin (24/6).

Ia menyatakan, pada komoditas non migas yang mengalami penurunan impor terendah adalah mesin dan peralatan listrik sebesar USD158,5 juta, besi dan baja USD109,5 juta, mesin/pesawat mekanik USD85,1 juta, plastik dan barang dari plastik USD75,6 juta, serta perhiasan/permata USD58,1 juta.

Sedangkan komoditas yang mengalami peningkatan impor tertinggi yakni sayuran sebesar USD63,6 juta, bijih, kerak, dan abu logam USD66 juta, ampas/sisa industri makanan USD58,4 juta, kapal laut dna bangunan terapung USD31,5 juta, serta kayu, barang dari kayu USD25,3 juta.

"Untuk kelompok sayuran, itu mencakup juga bawang putih. Memang bawnag putih ada peningkatan impor di Mei 2019 untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan itu berasal dari China," jelasnya.