20 Jul 2019
Home
×
Login Area
Tentang (LKK)
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Berita
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

 

BPS Sebut Ekspor Non Migas Suprlus USD 1,19 Miliar - 25 Jun 2019

Customsjakarta.com, Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2019 mengalami surplus di sektor non migas sebesar USD1,19 miliar. 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ekspor nonmigas Mei 2019 mencapai USD13,63 miliar, naik 10,16% dibandingkan April 2019. Sementara di banding ekspor nonmigas Mei 2018 turun 6,44%. 

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Mei 2019 terhadap April 2019 terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar USD178,0 juta (14,97%), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar USD131,1 juta (49,05%).

"Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2019 mencapai USD68,46 miliar atau menurun 8,61% di banding periode sama tahun 2018. Demikian juga ekspor non migas mencapai USD63,12 mi liar atau menurun 7,33%," ujarnya.
Secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia selama Januari-Mei 2019 masih mengalami defisit sebesar USD2,14 miliar. Ini karena defisit migas mencapai USD3,7 miliar, sedangkan non migas masih mencatat surplus sebesar USD1,6 miliar.

Suhariyanto menambahkan, pemerintah harus terus berupaya memperbaiki neraca perdagangan dengan menggenjot ekspor melalui berbagai cara termasuk mengurangi ekspor berbasis komoditas.
"Harus hilirisasi, diversifikasi pasar dan produk supaya ekspor produktif serta pemberian insentif untuk mendorong ekspor," ungkapnya.
Menurut dia, pengendalian impor yang dilakukan pemerintah sudah menjadi solusi tepat. "Ini memperhatikan per ekonomian global yang masih dipenuhi ketidakpastian dan harga komoditas yang cenderung menurun," katanya.