20 Nov 2019
Home
×
Login Area
Tentang (LKK)
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Berita
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

 

Kemenperin: Rantai Pasok Digital Ditargetkan Kurangi Biaya Logistik Jadi 13,5% PDB - 18 Okt 2019

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memandang transformasi rantai pasok dan logistik pada sektor industri yang berbasis teknologi digital seperti, physical internet, IT standards, data analytics, cloud, blockchain, robotics & automation bakal berdampak bagi efisiensi industri. Khususnya pada biaya logistik, penurunan biaya administrasi, serta mengeliminasi biaya memindahkan dokumen fisik lintas batas internasional.

"Transformasi logistik yang berbasis digital sangat diperlukan mengingat adanya tren sosial dan perubahan pola bisnis pada era digital," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono.

Sigit menuturkan, melalui transformasi manajemen rantai pasok dan logistik yang berbasis platform logistik 4.0, diproyeksikan mampu mendorong perubahan metode serta cara pertukaran data antar ekosistem logistik menjadi lebih efisien. "Jadi, yang sebelumnya menggunakan pertukaran data bilateral menjadi platform digital, sehingga akan meningkatkan keamanan dan kemudahan akses pada informasi end-to-end rantai pasok," kata Sigit.

Logistik 4.0 juga dinilai meningkatkan kepastian atas keaslian dan imutabilitas dokumen digital, meningkatkan kolaborasi ekosistem dan kepercayaan alur kerja lintas organisasi. Transformasi tersebut diharapkan dapat mengurangi biaya logistik Indonesia yang saat ini kurang lebih mencapai 24% dari produk domestik bruto (PDB) dan meningkatkan indeks kinerja logistik Indonesia yang saat ini masih berada di bawah negara-negara Asia lainnya seperti, Vietnam, India, dan China.

Meski demikian, apabila dibandingkan dengan tahun 2013, ada penurunan biaya logistik yang sebelumnya 25,7%. Transformasi platform logistik 4.0 ditargetkan dapat mengurangi biaya logistik Indonesia menjadi sebesar 13,5% dari PDB dan khususnya meningkatkan indeks kinerja logistik Indonesia. "Harapannya dengan penurunan biaya logistik ini, maka daya saing kita akan meningkat," kata Sigit.

Sumber dan berita selengkapnya: