20 Nov 2019
Home
×
Login Area
Tentang (LKK)
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Berita
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

 

Ekspor mebel trembesi dilarang - 31 May 2012

Para perajin mebel kayu suwar atau trembesi kini resah, setelah pemerintah menetapkan larangan ekspor bahan baku. Sebabnya, mebel berbahan potongan kayu artistik tersebut dianggap ekspor bahan baku.

Menurut Ketua Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia Ambar Tjahjono, saat ini ada puluhan peti kemas pengangkut mebel kayu suwar yang ditahan aparat Bea Cukai. Akibatnya, para eksportir dan perajin merugi karena dikenai denda keterlambatan oleh konsumen di luar negeri serta harus menanggung biaya produksi dan ongkos angkut menuju pelabuhan.

"Hal ini terjadi hanya karena perbedaan persepsi antara pengusaha dan Bea Cukai," kata dia, Rabu, (30/5) seperti dilansir tempo.

Mebel kayu suwar yang diekspor rata-rata berbentuk kayu kasar dan berukuran besar. Meski tak dibentuk atau dipotong layaknya mebel modern, kerajinan kayu suwar cukup fungsional dan mengandung nilai seni tinggi. Sayangnya, karena bentuknya kasar dan berukuran besar--rata-rata memiliki panjang 4 meter dan lebar 2 meter--mebel ini dianggap bahan baku sehingga tak boleh diekspor. Kesan kayu mentah makin kuat tatkala melihat kaki meja atau kursi yang bisa dilepas.

Ambar menyesalkan kesalahpahaman ini, mengingat mebel kayu suwar laku diekspor. Dalam dua tahun terakhir, permintaan dari luar negeri, di antaranya dari Amerika Serikat, negara-negara Eropa, dan Cina, cukup besar.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Asmindo berencana menemui pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai serta instansi terkait lain. Kepala Divisi Pemasaran dan Promosi Asmindo Andre Sundriyono mengatakan pihaknya juga tengah mengumpulkan bukti hukum yang bisa mendukung ekspor kerajinan kayu suwar.

"Agar tidak melanggar aturan," ujarnya. (Surabaya Post)