29 Jan 2020
Home
×
Login Area
Tentang (LKK)
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Berita
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

 

Pengusaha Kapal Berharap Pelabuhan Tanjung Carat Segera Terealisasi - 07 Jan 2020

Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia (Indonesian National Shipowner’s Association/INSA) Kota Palembang mengharapkan pemerintah segera merealisasikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Sekretaris DPC INSA Palembang Suandi di Palembang, Minggu (5/1/2020), mengatakan kehadiran pelabuhan laut itu menjadi kebutuhan saat ini mengingat semakin terbatasnya kemampuan pelabuhan sungai yang ada yaitu Pelabuhan Boom Baru Palembang.

"Saat ini alur pelayaran di Sungai Musi terus mendangkal, belum lagi jaraknya dari pelabuhan ke muara yang cukup jauh yakni 90 kilometer. Kami menilai daerah ini sudah saatnya memiliki pelabuhan laut," kata dia.

Ia mengatakan adanya rencana pembangunan pelabuhan laut itu sudah lama didengungkan oleh pemerintah, namun hingga kini belum juga terealisasi.

Malahan, ia melanjutkan, sudah terjadi perubahan rencana dari semula membuat pelabuhan di kawasan Tanjung Api-Api kini berpindah ke Tanjung Carat dengan target reklamasi 2.000 hektare. "Kami sangat menantikan realisasinya, tapi hingga kini belum ada," kata dia.

Lantaran belum adanya alternatif lain, menurut Suandi, pengusaha tidak ada pilihan lain selain memanfaatkan Pelabuhan Boom Baru yang dikelola oleh PT Pelindo II.

Pengusaha tetap menjalankan bisnisnya seperti biasanya yakni terpaksa melakukan double handling atau dua kali bongkar muat untuk memindahkan muatan dari kapal berukuran kecil ke kapal berukuran besar.

Sumber dan berita selengkapnya: