29 Jan 2020
Home
×
Login Area
Tentang (LKK)
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Berita
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA

 

GINSI: Depo Empty Belum Konsisten Terapkan 24/7 - 08 Jan 2020

Aktivitas pelayanan depo peti kemas kosong (empty) diluar kawasan pelabuhan Tanjung Priok hingga kini dinilai belum konsisten dalam menerapkan operasional 24 jam sehari atau 7 hari dalam seminggu (24/7).

Ketua Umum BPP Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Capt Subandi mengatakan slogan operasional 24/7 di depo hanya isapan jempol lantaran pengawasan terhadap operasional di depo oleh instansi terkait tidak dilakukan.

"Sepertinya gak ada yang punya nyali dan power mengendalikan depo-depo kontainer empty itu. Padahal kita semua sudah komitmen memberlakukan layanan 24/7 untuk mendukung kegiatan logistik nasional," ujarnya pada Rabu (8/1/2020).

Dia menyebutkan, aspek kelancaran arus barang dan logistik dari dan ke pelabuhan ditopang dua hal yakni; kelancaran arus dokumen serta kelancaran arus barangnya itu sendiri.

Kelancaran arus dokumen melibatkan instansi terkait seperti Karantina, Custom (Bea Cukai), Badan POM, Perbankan dan lainnya.

Subandi mengatakan, jika pemeriksa dokumen dan fisik barang di karantina lancar maka bisa berlanjut ke custom. Dan jika pemeriksa dokumen dan fisik di custom lancar maka lancarlah proses persetujuan pengeluaran barang dari pelabuhan.

"Tetapi jika kedua hal diatas tidak lancar maka tidak lancarlah proses barang keluar pelabuhan. Karena kelancaran arus barang merupakan siklus atas barang/peti kemas sebagai kemasan barang tersebut,"paparnya.

Subandi mengatakan, proses logistik importasi itu terjadi sejak barang di turunkan dari kapal, ditimbun di terminal, keluar gate out pelabuhan, barang di bongkar di gudang pemilik barang/gudang konsolidator sampai kontainer kosongnya di kembalikan ke depo empty.

"Seluruh proses bisnis itu melibatkan pemilik barang, terminal peti kemas, angkutan, jalan keluar/masuk pelabuhan, gudang pemilik barang dan depo penerima pengembalian kontainer yag sudah kosong. Jika ada salah satunya terputus/bermasalah maka kelancaran arus barang akan terganggu alias tidak lancar," ucapnya.

Sumber berita: