14 Apr 2024
Home
×
Login Area
Tentang LKK
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register    Forgot Password
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

Reset Password!

*)


*) Alamat email sesuai dengan yang tercantum di profil Account.
×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA
 

Depalindo: Fungsikan Lagi eks-Terminal 2 JICT - 13 Feb 2020

Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) mendesak Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, dapat mendorong PT Pelindo II/IPC untuk segera menfungsikan kembali fasilitas eks terminal 2 JICT, yang idle hampir 8 tahun di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Ketua Umum Depalindo, Toto Dirgantoro mengatakan idle-nya salah satu fasilitas terminal peti kemas di pelabuhan Priok itu berpotensi terhadap kerugian negara lantaran fasilitas tersebut berada pada wilayah eksisting BUMN dalam hal ini PT Pelindo II/IPC.

"Dengan segera mengoperasikan kembali eks terminal 2 JICT bisa menambah pilihan layanan publik pada jasa kepelabuhanan, sehingga berdampak pada cost logistik nasional," ujarnya.

Seperti diketahui, sejak 2012, fasilitas terminal 2 JICT dengan kapasitas lapangan penumpukan 9 hektare itu tidak digunakan lagi untuk aktivitas komersial.

Kondisi eksisting fasilitas terminal 2-JICT di Pelabuhan Tanjung Priok, saat ini memiliki kedalam kolam dermaga -7 s/d -8 Low Water Spring (LWs).

Terminal peti kemas itu juga sudah dilengkapi peralatan bongkar muat a.l.; 12 unit Rubber Tired Gantry Cranes (RTGc) dan empat unit Container Cranes (CC), serta terkoneksi dengan sistem pelayanan peti kemas berbasis tehnologi terkini/Next-Generation atau N-Gen.

Toto justru mempertanyakan alasan belum dioperasikannya eks terminal 2 JICT saat ini karena masih menunggu aspek legalitas atau business to business (b to b) antara Pelindo II Cabang Tanjung Priok dengan IPC TPK.

"Itukan (legalitas) persoalan internal. Jadi kami justru pertanyakan kenapa tidak segera dioperasikan saja," paparnya.

Karena itu, imbuh Toto, Depalindo meminta OP Tanjung Priok selaku regulator tertinggi di pelabuhan itu bisa turun langsung memberikan solusi karena eks terminal 2 JICT sudah idle hampir delapan tahun di Priok.

"Kalau IPC gak sanggup kelola operasikan eks terminal 2 JICT, kami rasa akan banyak BUP (badan usaha pelabuhan) lainnya yang bersedia," ucap Toto.

Fasilitas terminal peti kemas tersebut dahulunya cukup ramai melayani kapal-kapal pengumpan atau feeder peti kemas ke sejumlah negara Asia.

Menurut Wakil Dirut PT JICT, Riza Erivan saat ini pengelolaan fasilitas eks terminal 2 JICT tersebut tidak lagi dilaksanakan oleh JICT.

Adapun JICT merupakan perusahaan patungan antara PT Pelabuhan Indonesia II/IPC dan Hutchison Port Indonesia (HPI).

Sementara itu, Direktur Operasi PT Pelindo II/IPC Prasetyadi mengatakan, pengelolaan eks terminal 2 JICT sekarang ini menjadi domain IPC, dan secara tehnis persiapan semuanya sudah clear.

Dia mengungkapkan, belum diaktifkannya operasional di terminal itu lantaran masih menunggu aspek legalitas atau business to business (b to b) antara Pelindo II Cabang Tanjung Priok dengan IPC TPK lantaran operator nya nanti yakni IPC TPK yang notabene anak usaha IPC.

"Secara tehnis tidak ada masalah bahkan sudah dilakukan perbaikan kantor dilokasi itu. Mudah-mudahan dan harapannya bulan ini aspek legalitas itu selesai sehingga IPC TPK bisa langsung mengoperasikan terminal tersebut," ujarnya.

Sumber berita: