22 Jun 2021
Home
×
Login Area
Tentang LKK
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA
 

Wamendag: Sistem Resi Gudang Berpotensi Mendukung Stabilitas Harga Pangan - 17 Mei 2021

Jakarta, Wakil  Menteri  Perdagangan  Jerry  Sambuaga  mengungkapkan,  sistem  resi gudang  (SRG)  berpotensi  menjadi  instrumen  dalam  mendukung  pengendalian  ketersediaan  stok dan stabilitas harga komoditas pangan.
Sebab, SRG dapat menjadi alternatif instrumen dalam mendukung tata niaga dan distribusi.

Hal itu disampaikan Wamendag Jerry saat membuka seminar web (webinar) bertema "Literasi Sistem Resi Gudang: Penguatan Efisiensi
Rantai Pasok dan Stabilisasi Harga Komoditas Pangan" hari ini, Kamis (22/4)  di  Jakarta. Literasi  SRG  diharapkan  dapat  memberikan  gambaran  komprehensif yang dapat bermanfaat bagi pengembangan SRG ke depan.

Hadir  dalam  acara  tersebut  secara  virtual Staf  Ahli  Menteri  Perdagangan  Bidang  Pengamanan  Pasar Sutriono  Edi, Direktur  Jenderal  Penguatan  Daya  Saing  Produk  Kelautan  dan  Perikanan  Kementerian Kelautan  dan  Perikanan  Artati  Widiarti,  Ketua  Umum  Asosiasi  Pengusaha  Ritel  Indonesia  (Aprindo) Roy N. Mandey, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi, dan Direktur PT Arwinda Perwira Utama Cecep M. Wahyudin. Webinar Literasi SRG diikuti sekitar 400 peserta yang berasal dari pelaku usaha berbagai komoditas.

"SRG berpotensi menjadi bagian dari  sistem  logistik  dan  distribusi  nasional.  Sehingga,  ke  depan, diharapkan  dapat  dioptimalkan  untuk  mendukung  pengendalian  ketersediaan  stok  dan  stabilitas harga komoditas pangan," ujar Wamendag Jerry.

Wamendag  Jerry  mengatakan,  SRG  bermanfaat  sebagai  alternatif  untuk  memperoleh  pembiayaan komoditas  yang  kompetitif.  Selain  itu, SRG berfungsi  sebagai  instrumen  tunda  jual  yang  dapat meningkatkan  pendapatan  dan  kesejahteraan  pelaku UKM, khususnya  petani  dan  nelayan.
Manfaat lain  SRG  yaitu dapat  menjembatani produsen  komoditas  dengan  pasar;  menyediakan  informasi mengenai ketersediaan, sebaran, mutu dan nilai komoditas; memberikan kepercayaan dan keamanan dalam   transaksi   perdagangan;   dan   memberikan   kemudahan   dalam   memperoleh   pembiayaan komoditas yang kompetitif.

Menurut Wamendag Jerry, saat ini implementasi SRG di Indonesia semakin berkembang dan tersebar di  beberapa  daerah  sentra  penghasil  komoditas,  khususnya  pertanian. "Pemanfaatan SRG untuk komoditas  lain,  seperti  kopi  dan  rumput  laut  menunjukkan  peningkatan dalam  beberapa  tahun terakhir.  Bahkan,  pemanfaatan  SRG  untuk  komoditas  ikan  juga  telah  diinisiasi  di  beberapa  daerah sentra perikanan," kata Wamendag Jerry.

Wamendag Jerry menuturkan, partisipasi pelaku usaha komoditas dalam memanfaatkan SRG semakin meningkat. Peningkatan tersebut berdampak langsung pada nilai pemanfaatan SRG dalam tiga tahun terakhir.  Pada  2020,  nilai  transaksi  SRG  tercatat  tumbuh  mencapai  Rp191,2  miliar  atau  tumbuh sebesar   71,9   persen.   Sementara   itu,   pembiayaan   berbasis   SRG   pada   202
0   juga   mengalami peningkatan.    Nilai  pembiayaan  yang  tersalurkan  mencapai  Rp117,7  miliar  atau  meningkat  84,4 persen.

"Beberapa  waktu  yang  lalu,  Kementerian  Perdagangan  telah  menerbitkan  Peraturan  Menteri Perdagangan   Nomor   14   Tahun   2021   tentang komoditas   yang   dapat   diresigudangkan.   Dalam peraturan ini, terdapat dua tambahan jenis komoditas yang dapat diresigudangkan, yaitu gula kristal putih  dan  kedelai.  Hingga  saat  ini,  total  komoditas  yang  dapat  diresigudangkan  berjumlah  20  yang terdiri   dari   komoditas   pertanian   atau   perkebunan,   peternakan,   kelautan atau   perikanan,   dan pertambangan," kata Wamendag Jerry.

Di masa pandemi Covid-19, SRG dapat melindungi para pelaku usaha dengan memberikan mekanisme manajemen stok dan akses pembiayaan. Selain itu, juga dapat mendukung rantai bisnis komoditas di Indonesia, sehingga tidak terjadi stagnasi yang menyebabkan berhentinya operasional pelaku usaha di sisi hulu maupun hilir.

Wamendag   Jerry   menekankan   perlunya   dukungan   dari   berbagai   pemangku   kepentingan   untuk mengoptimalkan    SRG. "Kami  mengajak  berbagai  pihak  untuk  bersinergi  mengoptimalkan pemanfaatan  SRG.  Kami  yakin  implementasi  SRG  yang  semakin  luas  dapat  membantu  memulihkan ekonomi nasional," pungkas Wamendag Jerry.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sidharta Utama menambahkan, beberapa  kunci  sukses  dalam  pengembangan  SRG,  yaitu  dukungan  pemerintah  pusat  dan  daerah, pelaku/lembaga  SRG  yang  mandiri  dan  profesional,  kesiapan  dan  kelayakan  infrastruktur,  adanya kepastian  jaringan  pemasaran  untuk komoditas  dalam  SRG,  serta  kelembagaan  petani  atau  nelayan yang telah terbentuk kuat di sentra produksi/lokasi gudang.

"Dalam hal dukungan pemerintah, regulasi pemerintah mampu menjamin dan memberikan kepastian hukum,  memberikan  perlindungan  bagi  para pemangku  kepentingan,  serta  mendorong  tumbuhnya peluang dan iklim usaha yang sehat, khususnya bagi pelaku usaha di sektor logistik dan transportasi," ungkap Sidharta.

Sumber :
Biro Humas Kementerian Perdagangan