22 Jun 2021
Home
×
Login Area
Tentang LKK
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA
 

BC selidiki aparatnya yang terkait shabu 351 kg - 11 Jun 2012

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) tengah menyelidiki aparatnya di Tanjung Priok yang meloloskan penyelundupan narkoba jenis shabu seberat 351 kilogram. Aparat Bea Cukai Tanjung Priok diduga menyelundupkan shabu tersebut melalui Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Jangan nyebut oknum, itu masih diselidiki, kita diminta untuk memberi keterangan ada indikasi, tapi kan belum (beres)," ujar Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (11/6/2012).



Menurut Agung, saat ini proses terkait pemeriksaan tersebut masih mencari tahu pihak-pihak yang terkait dengan aparat Bea Cukai ini.

"Baru pemeriksaan, Bea Cukai baru memberikan keterangan, karena linknya belum jelas itu. Kan biasa memberikan keterangan," jelasnya.

Agung menyatakan pihaknya terus melakukan pengawasan internal dalam institusinya untuk mengurangi terjadinya adanya oknum Bea Cukai yang melakukan kongkalikong dengan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

"Pengetatan (pengawasan) pasti itu, nomor satu, top list, pengembangan dan pembinaan SDM. Kita ada lah PUSKI namanya. Tidak hanya di pusat, di daerah-daerah kita juga punya unit-unit kepatuhan internal, kita harus pastikan integritasnya kalau tidak bisa memegang itu musti keluar dari bea cukai," tegasnya. Kelelahan? Salah satu petugas Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPUBC) Tanjung Priok, Joy Aryanto mengaku mengalami kelelahan saat memeriksa makanan ikan yang diduga memuat narkoba jenis sabu seberat 350 kilogram. "Pengakuan Joy menyebutkan kelelahan saat memeriksa kardus berisi makanan ikan arwana dan keterbatasan waktu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Kamis (7/6) malam. Rikwanto mengungkapkan bahwa Joy memeriksa paket pengiriman barang sebanyak tiga kardus dari total 300 kardus berisi makanan ikan arwana secara acak (random). Padahal, berdasarkan ketentuan pemeriksaan secara acak, petugas minimal memeriksa 10 persen sampel dari jumlah total kardus. Rikwanto menuturkan pihaknya akan mendalami keterangan dari para petugas bea cukai yang telah menjalani pemeriksaan, termasuk rencana mengkonfrontir para saksi. "Hal itu untuk menemukan titik terang bagaimana proses narkoba itu bisa lolos," ujar Rikwanto. Saat itu, penyidik kepolisian telah memeriksa tiga petugas bea cukai Budi Sulistyo dan Tri Baroto sebagai pemeriksa dokumen, serta Joy Aryanto selaku pemeriksa barang. Rikwanto menambahkan penyidik juga akan mendalami dugaan adanya kolabborasi untuk mencapai biaya masuk yang termurah atas permintaan salah satu tersangka EWH alias J. Ia menambahkan kepolisian akan mengungkap tuntas kasus penyelundupan narkoba itu, termasuk jika ada indikasi keterlibatan pejabat bea cukai. Sebelumnya, petugas Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat 351 Kg dan menangkap lima tersangka, berinisial AK, DR, MW alias A dan seorang warga Malaysia, EWH alias J, serta impotirnya, Ptr pada beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya, beberapa waktu lalu. Sabu senilai Rp702 miliar itu, dapat dikonsumsi sebanyak 35 juta orang dan akan diedarkan ke beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya dan Manado. Salah satu tersangka mengaku menyelundupkan sabu dari China melalui Malaysia menuju Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta Utara. (detik/metrotv/antara)