22 Jun 2021
Home
×
Login Area
Tentang LKK
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA
 

RI surga limbah beracun? - 02 Jul 2012

Indonesia seolah menjadi surga limbah beracun. Betapa tidak, lebih dari 300 kontainer memuat limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tiba di Indonesia selama empat bulan terakhir.

Kasus terbaru yaitu kedatangan 113 kontainer berisi baja batangan yang mengandung limbah di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta. Pihak bea cukai lalu mengembalikan kontainer-kontainer itu ke negara asal yakni Belanda dan Australia.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Agus Rofiudin mengatakan kerugian lebih mengarah ke inmaterial. Tapi, limbah-limbang itu tak menutup kemungkinan akan merusak lingkungan.

Selain itu, negara-negara Eropa seolah menganggap Indonesia sebagai surga bagi investasi limbah elektronik. Dalam setahun belakangan, Eropa mengirim 10 juta ton limbah elektronik ke Indonesia. Keuntungan limbah itu diperkirakan mencapai 500 ribu dolar AS.

Sementara itu, pemerintah tak tegas menerapkan sanksi hukum pada pelaku impor limbah beracun. Padahal, Indonesia memiliki Undang Undang Lingkungan Hidup dan Undang Undang Pengelolaan Sampah untuk menjerat para pelaku. (RRN/Metrotvnews.com)