29 Jul 2021
Home
×
Login Area
Tentang LKK
Struktur Organisasi
Keanggotaan
Program & Layanan
Agenda Kegiatan
HS CODE & Tarif Pabean
Peta Logistik
Tips
Peraturan Pemerintah
×
User ID/Email

Password

Register
×
Operator/Agency/vessel name/voyage
Jadwal Kapal
Port Asal :
Port Tujuan :
 
×

PENDAFTARAN
No KADIN
Perusahaan*
Alamat *
 
*
Kode Pos
Telepon *
HP/Seluler
Fax
Email
Website
Pimpinan
Jabatan
Personal Kontak
Bidang Usaha
Produk/Jasa *
Merek
ISIAN DATA KEANGGOTAAN ONLINE**)
Email
Nama lengkap
Password
Retype Password
Code ==> Verify

*) Wajib diisi
**) Diisi jika menghendaki keanggotaan Online.

×

 
LKK KADIN DKI JAKARTA
FREE CONSULTATION, REGISTER NOW !
Supported by
KADIN DKI JAKARTA
 

Impor hortikultura terbesar dari Cina - 11 Jul 2012

Kementerian Perdagangan mencatat, impor hortikultura terus meningkat sejak 2006.

Pada 2011, nilai impor hortikultura menjadi 1,7 miliar dolar AS dengan negara asal produk impor terbesar adalah China.

Direktur Impor Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan, pada 2006 nilai impor produk hortikultura sebesar 600,84 juta dolar AS, kemudian 2007 naik menjadi 787,86 juta dolar AS, 2008 menjadi 881.62 juta dolar AS, 2009 bertambah jadi 1,054 miliar dolar AS, 2010 menjadi 1,254 miliar dolar AS, dan di 2011 mencapai 1,757 miliar dolar AS.

Sementara jenis produk hortikultura yang paling banyak diimpor selama Januari-Desember 2011 adalah bawang putih senilai 242,42 juta dolar AS, apel 153,87 juta dolar AS, jeruk 150,25 juta dolar AS, anggur 99,84 juta dolar AS, lengkeng 96,96 juta dolar AS, pear 92,6 juta dolar AS, bawang merah 75,47 juta dolar AS, durian 74,87 juta dolar AS, kentang segar 47,26 juta dolar AS, dan lain-lain 724,39 juta dolar AS.

"Buah impor paling banyak berasal dari China, Thailand, Amerika Serikat, Chili, dan Australia, sementara sayuran impor paling banyak dari China, Thailand, Myanmar, India, dan Vietnam. Untuk pelabuhan tujuan impor terbesar Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, Dumai, Tanjung Emas, Batu Ampar, dan Ujung Pandang," tuturnya.

Pemerintah akan mengurangi impor buah dan sayuran hanya sebanyak 1 persen dari total produk nasional.

Ini dilakukan seiring dengan langkah memajukan pertanian holtikultura nasional.

Tercemar

Jangan makan brokoli di China, begitulah judul tulisan di situs Red Orbit dilansir, Senin (9/7). Padahal, semestinya tak hanya brokoli, tapi juga sayuran lain yang tumbuh di daerah tertentu di Negeri Tirai Bambu itu.

Larangan itu bukan tanpa dasar. China memiliki masalah polusi terburuk di dunia. Sebagian besar ini adalah polusi terkait dengan pertambangan batubara dan pembangkit listrik, tetapi sumber dari racun banyak sekali.

Hal ini mengkhawatirkan penumpukan jangka panjang racun dalam tanah, yang mendulang konsekuensi yang mengerikan bagi produksi pangan dan kesehatan manusia.

China memiliki tingkat kanker tertinggi di dunia. Negara ini juga memiliki tingkat tertinggi cacat lahir.

Zhou Jianmin, Direktur China Soil Association, memperkirakan bahwa sepersepuluh dari lahan pertanian China telah tercemar.

"Negara, pemerintah, dan masyarakat harus menyadari betapa serius polusi tanah di sini," katanya.

"Lebih banyak daerah yang terpengaruh, tingkat kontaminasi semakin meningkat dan berbagai racun meningkat."

Perkiraan lain berkisar tanah pencemaran mencapai 40 persen, tetapi penilaian risiko resmi tidak dipublikasikan selama beberapa tahun.

Chen Tongbin dari Akademi Ilmu Pengetahuan China mengatakan kontaminasi terburuk adalah di Yunnan, Sichuan, Hunan, Anhui, dan Guizhou.

Tetapi ada juga bagian dari Beijing di mana tanah juga tercemar.

Tidak seperti di Eropa di mana pencemar organik yang persisten jadi perhatian utama, Chen mengatakan pencemaran tanah terburuk China adalah dari arsenik, yang dilepaskan selama pertambangan tembaga, emas dan mineral lainnya.

Sekitar 70 persen dari arsenik di dunia ditemukan di China - dan itu semakin muncul ke permukaan dengan konsekuensi yang mengerikan.

"Ketika tumpahan polusi menyebabkan kematian besar-besaran ikan, media biasanya menyalahkan kadmium, tapi itu salah. Arsenik adalah penyebabnya. Ini adalah kimia yang paling berbahaya," katanya.

Chen memperkirakan bahwa "tidak lebih dari 20 persen dari tanah China tercemar parah."

Tantangan lingkungan terbesar yang dihadapi saat ini China kata dia adalah polusi air, tetapi tak ada upaya dilakukan untuk mengontrol itu.

Padahal, Kementerian Perdagangan mencatat China merupakan negara sumber impor produk buah dan sayuran terbesar bagi Indonesia.

Sepanjang tahun lalu, impor dua jenis produk tersebut dari China mencapai sekitar 600 juta dollar AS (Rp 5,4 triliun).

"Buah-buahan jumlahnya 55% dari China," ujar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh, dalam diskusi dengan wartawan di Kantor Kementerian Perdagangan.

Angka 55% merupakan porsi China untuk produk impor buahan-buahan nasional, atau setara dengan 332 juta dollar AS (Rp 2,9 triliun).

Sementara angka total impor produk buah-buahan Indonesia sebesar 735 juta dollar AS (Rp 6,6 triliun)pada tahun 2011.

Deddy menyebutkan, China juga menjadi negara asal impor terbesar produk sayur-sayuran Indonesia. Nilainya mencapai 299 juta dollar AS (Rp 2,7 triliun).

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, China dalah negara dengan pangsa impor terbesar pada sektor non-minyak dan gas nasional.

"Pangsa impor non-migas Januari-Maret 2012 yang tertinggi China 6,64 miliar dollar AS (Rp 59,8 triliun)," sebut Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin.

Surabaya Post Online / suaramerdeka.com / Athaya Healthy Herbal / gafeksi.com